Tampilkan postingan dengan label yamaha. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label yamaha. Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 Oktober 2013

Yamaha Scorpio Ala Casey Stoner Jurus Tipu Tipu


Jadi ingat motor Casey Stoner pada 2009 lalu. Jelas karena yang punya memang penggila Ducati. Enggak bisa punya GP1, ya tinggal rombak Scorpio miliknya. Jurus tipu-tipu yang dilakukan sakses menipu banyak orang. Ubahan yang dilakukan seolah ekstrem dan muuaaahal. Taunya, nggak lo.

Saat melihat kaki-kaki misalnya. Tampilan sekarang memang sudah jauh lebih kekar dari standar. Semua pasti mengira kalau itu pakai limbah moge atau produk variasi. Salah alias enggak betul. Semua masih komponen standar.

"Depan masih pakai sok asli. Hanya dikasih kondom menggunakan pipa," kata Adhen Pangestu dari bengkel Adhen Modified (AM) yang punya ide murah meriah dan bikin heboh ini. Selain pengiritan dari segi biaya, trik ini juga membuat ukuran tabung sok jadi sesuai dimensi bodi. Tentunya untuk mengejar harmonisasi.

Selain itu karena menggunakan pelek variasi yang tidak terlalu lebar, hanya 3 inci, maka dimensi sok ini jadi lebih pas. Begitu juga untuk sektor kaki belakang. Dengan bodi yang sudah besar seperti ini dipastikan masih menggunakan monosok asli. Apa nggak ambles tuh bro seperti yang sering dihadapi Scorpio umumnya?


Lengan ayun sekarang juga terlihat lebih besar layaknya punya moge. Sekali lagi itu masih pakai bawaan motor. "Custom dengan penambahan pelat besi dan dibentuk seperti aslinya Ducati," kata pria yang buka bengkel di Jl. Buncit Raya No. 57A, Jakarta Selatan ini.

Kelar di urusan kaki, baru deh ayah satu anak ini merancang bodi. "Fokusnya lebih kepada penyesuaian ukuran. Kalau bentuk tinggal jiplak motor Stoner tadi," tambahnya jujur.

Kejeliannya menjiplak memang terbukti, coba deh lihat desain buntut yang memang copy paste dari motor balap MotoGP musim kompetisi 2009 itu. Daaan, semuanya dibuat dari fiberglass.

Tapi, karena motor ini tetap akan dipakai di jalan raya, peranti seperti head lamp masih tetap dipertahankan. Jadi, ya tidak buta layaknya motor balap di trek.

"Posisi lampu rada ngumpet di bagian bodi depan, kalau jalan malam tetap dinyalakan dan masih mumpuni," tambah pria 31 tahun yang tidak atau lupa melengkapi diri dengan spion. Lupa apa lupa ya?

Trik lain yang dipakai Adhen buat mekelabui orang yang melihat ada pada knalpot undertail. Pas banget dengan desain bodi yang sudah seperti ini. Ssstt... itu gak fungsi. Hiasan doang, cuy!

Lalu, di mana dong saluran buangnya? "Knalpot asli dan fungsi ada di bawah, dekat fairing sebelah kanan," cerita Adhen sambil ngakak. Itu murni custom sendiri dengan menggunakan ujung knalpot mobil.

(motorplus-online.com)
Read More..

Selasa, 22 Oktober 2013

Yamaha Indonesia Raih 2 Penghargaan Indonesian Customer Satisfaction Award ICSA


Motor sport dan matik Yamaha terus diakui sebagai yang terbaik. Kali ini lewat penghargaan Indonesian Customer Satisfaction Award (ICSA), dua kategori motor Yamaha itu paling memuaskan pelanggan. Dua penghargaan ICSA yang merupakan awarding yang dipersembahkan Majalah Swa dan Frontier Consulting Group tersebut kian membuktikan keunggulan Yamaha menghadirkan motor-motor sport dan matik berkualitas. Kategori sport memang selalu menjadi milik Yamaha dengan penjualan terbaik di Indonesia dengan V-Ixion sebagai raja motor sport.

Untuk semakin mempertegas keunggulan itu, pekan lalu di Jakarta Motorcycle Show (JMCS) Yamaha meluncurkan New V-Ixion Lightning dengan bodi dan grafis baru yang terinspirasi dari sambaran kilat dan YZF-R1. Perkenalan perdana ke publik ini mendapatkan sambutan hangat dengan V-Ixion baru ini menjadi motor Yamaha dengan penjualan terlaris di JMCS.

Sedangkan inovasi Yamaha di segmen matik terbukti tetap mempertahankan melegendanya Mio yang diteruskan lewat kejayaan Mio J sebagai motor paling tinggi penjualannya di skala nasional. Mio J CW FI Teen berkontribusi paling banyak untuk mendongkrak penjualan matik Yamaha disusul Soul GT di posisi kedua. Di bulan Oktober tahun ini, matik Yamaha menyumbang terbanyak dengan penjualan 115.270 unit. ”Kami sangat bangga meraih penghargaan ini. Konsumen pun setia memberikan dukungan dengan menyukai dan membeli motor-motor Yamaha yang khususnya lewat penghargaan ICSA, sport dan matik jadi favorit. Penghargaan ini kami persembahkan buat seluruh konsumen loyal Yamaha,” cetus Hendri Kartono, Manajer Marketing Yamaha Indonesia.

Metodologi ICSA 2012 menggunakan survey di enam kota besar yaitu Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan dan Makassar dengan jumlah sampel 7.500 orang. Terdiri dari 6.300 responden random ditambah 1.200 responden booster. Responden booster ditambahkan untuk masing-masing kategori produk yang termasuk produk premium dalam rangka meningkatkan incidence rate.

Tingkat kepuasan terhadap merek yang pernah digunakan atau dikonsumsi (Total Satisfaction Score) diukur melalui empat parameter. Yaitu Quality Satisfaction Score/QSS (kepuasan pelanggan terhadap produk/jasa), Value Satisfaction Score/VSS (kepuasan terhadap harga yang mereka bayar), Perceived Best/PB (keyakinan pelanggan bahwa merek yang telah mereka gunakan adalah merek yang terbaik dalam hal kepuasan konsumen, Expectation Score/ES (pengukuran terhadap harapan pelanggan terhadap suatu merek akan kemampuannya dalam memberikan kepuasan di masa mendatang, Total Satisfaction Score/TTS (TTS dari setiap merek diperoleh dengan menggunakan metode weighted means (rata-rata terbobot) dari QSS, VSS, PB dan ES.




source by yimm
Read More..